Topoka-Sabe di Mata Cakka

Inilah foto saat Cakka pindah dari rumah jabatannya ke Sabe jelang Pilkada 2009 lalu.

Inilah foto saat Cakka pindah dari rumah jabatannya ke Sabe jelang Pilkada 2009 lalu.

Tak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Semua yang telah dan akan terjadi pada diri manusia sudah diatur oleh Sang Empunya Bumi, Tuhan. Selalu saja, manusia kadang di hadapkan pada sesuatu yang tidak bisa disebut sebagai kebetulan belaka.  Begitu pula yang dialami Mudzakkar alias Cakka. Dua kali ia mengabadikan nama jalan sebagai nama tim pemenangannya, sekaligus menjadi kenangan  yang menghiasi perjalanan hidupnya.   

Catatan : Muhammad Nursaleh

==================================

Pagi jelang siang, suara palu beradu gergaji terdengar. Sesekali diam berganti deru kendaraan yang melintas. Beberapa orang terlihat sibuk mendandani teras depan sebuah rumah sederhana, yang jauh dari kesan rumah gedongan milik orang kaya atau pejabat ternama.

Wah, rupanya rumah itu milik Cakka, Bupati Luwu. Terletak di Jalan Sabe 2 Nomor 11. Dulu tahun 2009, rumah ini hanya dikontrak Mudzakkar saat dirinya harus hengkang dari rumah jabatannya. Pasalnya, sesuai aturan yang ada pada Pasal 79 ayat (3) huruf c  Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menyebutkan, pejabat negara yang menjadi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam melaksanakan kampanye harus memenuhi ketentuan tidak menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya. Kala itu, Cakka telah resmi dinyatakan sah sebagai calon Bupati Luwu berpasangan Syukur Bijak yang dikenal dengan pasangan CS (Cakka-Siku). Posko utamanya terletak di Jalan Topoka Nomor 48, Belopa.

Saat calon bupati Luwu yang lain muncul dengan banyak nama tim, Cakka dengan santainya ketika itu mengatakan,”Abadikan saja nama Topoka ini jadi nama tim pemenangan. Topoka 48 kita singkat saja jadi TP 48. TP ini singkatan Topoka juga pas kalau kita sebut Tim Pejuang,”kata Cakka, yang disetujui oleh pendukungnya.

Maka jadilah Topoka dicomot jadi TP 48 (Tim Pejuang 48) nama tim pemenangan Cakka yang berujung suami Andi Tendri Karta Mudzakkar itu, dipercaya masyarakat Luwu untuk menjadi pemimpin Luwu periode 2009-2014. Lalu bagaimana nasib rumah yang dikontrak Cakka itu ? Rupanya sang pemilik rumah, H Hastar Pammase tak akan rela menjualnya  rumahnya kalau bukan Cakka yang akan membelinya. “Kalau Cakka, saya mau menjualnya. Rumah ini bagi saya ada kenangan tersendiri. Selain kenangan bersama keluarga, juga di rumah inilah ada sejarah pemimpin Luwu pernah tinggal di rumah ini,” kata Hastar.

Cakka pun tak ingin kehilangan moment bersejarah dalam hidupnya. Rumah itu akhirnya berpindah ke tangannya. “Saya berterima kasih kepada Pak Haji Hastar, yang mau memberikan rumahnya untuk saya kontrak. Dan untuk keduakalinya terima kasih juga atas niat menjualnya kala itu. Alhamdulillah rumah itu saya beli dan ini menjadi kenangan tersendiri buat saya, keluarga dan seluruh masyarakat Luwu,” ungkap Cakka.

Kini menghadapi Pilkada Luwu yang dihelat 18 September 2013, Cakka yang berniat maju untuk kali kedua, menjadikan rumah kontrakan di depan rumahnya di Jalan Sabe 2 Nomor 11 menjadi posko utama pemenangannya. Menurut Cakka, “Rumah di sana itu kan terletak di Jalan Sabe. Bagaimana kalau tagline ‘Selalu Bersama’ yang sudah kental di masyarakat, kita singkat saja menjadi Sabe. Kalau dipanjangkan, Sabe itu selalu bersama,” ucapnya.

Lain lagi filosofi yang terungkap dari seputar nama Sabe. Menurut juru bicara Cakka, Astamanga Azis, rumah Cakka di Sabe yang bernomor 11 itu sama dengan tanggal lahir Cakka. “Ini bukan kebetulan. Tidak ada yang namanya kebetulan dalam hidup. Semua sudah ada yang mengatur. Angka itu, akan kami jadikan alasan memilih Cakka untuk kedua kalinya pada Pilkada 2013 ini. Kalau tahun 2009 lalu, Cakka mengeluarkan 10 alasan memilih, maka Pilkada tahun ini, kami tambah satu poin menjadi 11 alasan memilih Cakka,” ungkap mantan Anggota KPU Luwu ini.

Mudah-mudahan kata Astamanga, angka satu kembar itu menandakan, Cakka ‘oppo’  menahkodai Luwu. “  Cakka lahir tanggal 11 bulan 11 tahun 1964. Nomor rumahnya di Sabe ini juga 11. Dua angka 1 yang dikawinkan.  Semua kita berharap Cakka akan terpilih kembali menjadi pemimpin di Luwu ini,” terang Astamanga.

Angka memang kadang dikeramatkan. Adakah angka-angka yang disebutkan di atas menjadi suatu pertanda ? Jawabnya ada pada 18 September 2013 mendatang !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s