Tiga Cawabup Asal Walmas Dampingi Cakka di Karetan

Tiga Cawabup Luwu asal Walmas foto bersama Cakka sambil mengangkat tangan sebagai simbol kebersamaan.

Tiga Cawabup Luwu asal Walmas, Hafidah Rauf Basyuri, Arshalam Fatha dan Amru Saher foto bersama Cakka sambil mengangkat tangan sebagai simbol kebersamaan.

Luwu, SulSel–Menghadapi Pilkada Luwu, prediksi soal kecenderungan tokoh-tokoh asal Walmas bakal merapat ke Cakka semakin menguat. Buktinya, Senin (1/3), pada acara Milad ke-44 SMK 2 Karetan, tiga Calon Wakil Bupati (Cawabup) Luwu asal Walmas hadir mendampingi Cakka. Ketiga tokoh tersebut yakni Arsalam Fatha, Hafidah Rauf Basyuri dan Amru Saher.

Arshalam Fatha adalah orang pertama menyambut Cakka bersama sejumlah kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu. Di halaman sekolah, mereka disambut tarian yang dimainkan pelajar SMK 2 Karetan. Keduanya terlihat begitu akrab, sambil sesekali melakukan obrolan kecil. Di dalam ruangan, selanjutnya Arshalam duduk di sebelah kiri Cakka.

Saat acara sedang berlangsung, tiba-tiba Amru Saher yang mengenakan baju merah motif batik dipadu celana hitam muncul dan langsung mengambil posisi pas di sisi kiri mendampingi Cakka. Sekitar 15 menit kemudian, Hafidah Rauf Basyuri datang dengan mengendarai kijang ditemani sejumlah kerabatnya. Ia mengenakan gaun berwarna pink dibalut jilbab abu-abu. Hafidah duduk di sebelah kiri Arshalam. Kehadiran ketiga tokoh ini, sontak membuat para undangan terlihat berbisik-bisik. Ada juga yang spontan terdengar bicara,”yayayaya”.

Dalam sambutannya, Cakka sempat menyinggung soal agenda silaturrahimnya yang terkadang disalahartikan selama ini. “Saya tegaskan, bahwa intensnya saya ke lapangan dua tahun terakhir, sama sekali bukan untuk kampanye. Saya hanya mau mengecek sekaligus mengevaluasi apakah program yang saya jalankan selama empat tahun, sudah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Cakka.

Pula menurut Cakka, melakukan kampanye buat dirinya sudah tidak diperlukan lagi. “Di Pilkada Luwu ini, ada dua orang yang sudah tidak bisa kampanye. Mereka itu adalah orang yang sedang menjabat bupati dan akan mencalonkan diri kembali. Yang kedua, orang yang pernah menjabat sebagai bupati. Saya berpendapat, kampanye sudah tidak perlu saya lakukan. Toh masyarakat sudah pandai menilai. Misalnya saya kampanye, bahwa saya diperiode kedua akan menjalankan yang ‘putih’. Padahal selama empat tahun hanya warna ‘hitam’ yang saya perlihatkan pada masyarakat. Tentu masyarakat akan menertawai saya dan mengatakan saya sebagai sosok pembohong. Sama halnya dengan orang yang pernah menjabat bupati. Misalnya dia kampanye bilang begini ; kalau saya jadi bupati maka bantuan handtractor akan saya tambah. Masyarakat tentu akan bilang, kenapa waktu jadi bupati tidak kau kerjakan. Satu pun handtractor tidak ada. Yang bisa kampanye itu adalah orang-orang yang tidak pernah jadi bupati, contohnya, Pak Arshalam, Hafidah, Amru Saher, Ansar Pandaka, Tomas Toba, Boy Hasyid dan lain sebagainya,” kata Cakka, diiringi riuh tepuk tangan undangan.

Usai acara, Cakka menyempatkan waktu meninjau usaha budidaya lebah madu yang dikembangkan para siswa-siswai SMK 2 Karetan. (@)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s