Ratusan Petani Hadir Sosialisasi Subsidi Benih

DSC_0849Luwu,SulSel–Tak kurang dari 500 petani di Luwu menghadiri acara Sosialisasi Subsidi Benih tahun 2013 di ruang Pola Andi Kambo, Belopa, Selasa (2/4). Selain dihadiri Bupati Luwu, H A Mudzakkar acara ini juga dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan Propinsi Sulawesi Selatan, Ir Lutfi Halide MP.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, A Pangerang dalam sambutannya mengatakan, subsidi benih tahun 2013 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Benih ini meliputi padi, jagung dan kedelai. Sekarang ada biaya yang harus dibayar petani untuk memperoleh bibit. Mungkin hanya sekitar 15 sampai 20 persen dari harga sebenarnya. Kebijakan ini diambil mengingat pihak pemerintah propinsi dan pusat menilai perkembangan pertanian dan petani di Luwu sudah dianggap mampu mandiri dengan kenaikan jumlah produksi yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dulu sebelum 2009, produksi padi misalnya hanya berkisar 3-4 ton per hektar saja. Sekarang sudah mampu mencapai 6-8 ton per hektar. Bahkan di Komba Larompong Selatan mampu mencapai 9 ton dengan menggunakan benih unggul. Saya kira kebijakan soal benih ini akan disetujui oleh para petani kita,”kata Pangerang, yang dijawab ‘setuju’ oleh petani yang hadir.

bnSementara itu Bupati Luwu, H A Mudzakkar dalam sambutannya mengatakan, sesuai visi Kabupaten Luwu yakni maju, mandiri dan berdaya saing sejak 2009-2013 ini, dari sektor pertanian menunjukkan hasil yang menggembirakan. “Dari tahun ke tahun kita fokus membenahi sektor pertanian. Pengadaan bantuan handtractor misalnya, yang saat ini sudah mendekati angka seribu unit yang dibagikan ke petani. Termasuk penggunaan alat-alat modern pertanian. Petani pun sudah banyak yang menanam benih bukan lagi gabah. Kalau benih yang ditanam, maka hasilnya akan jauh lebih banyak ketimbang gabah. Inilah paradigma yang pelan-pelan kita sosialisasikan kepada petani,” kata Mudzakkar.

Lanjut dikatakan bupati, ke depan akan diupayakan agar petani tidak hanya menjual gabah tetapi sudah mampu menjual beras. “Di sinilah daya saing itu. Kelompok tani akan kita fasilitasi pabrik disertai modal, sehingga harapan kita akan tercipta petani-petani yang maju, mandiri sekaligus punya daya saing. Apalagi sekarang, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Luwu ini sudah melahirkan satu bibit padi unggul yang diberi nama varietas Padi Sawerigading. Ini kualitas ekspor dan disukai di Negara Jepang, karena kualitas berasnya pulut. Membenahi pertanian itu seperti siklus roda sepeda. Di situ ada lahan, irigasi, alat, benih, pupuk,panen dan pasca panen. Kesemuanya ini sudah dicarikan jalan keluarnya, berdasarkan bantuan yang selama ini kami kucurkan ke masyarakat. Pokoknya hanya tinggal memikirkan pasca panen saja,” jelas Mudzakkar. (@)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s