Tim Cakka-Amru Rilis Mark Up Suara BAIK di Walenrang

Inilah perbandingan perolehan suara pasangan BAIK versi saksi Cakka-Amru dan Panwaslu Luwu

Inilah perbandingan perolehan suara pasangan BAIK versi saksi Cakka-Amru dan Panwaslu Luwu

Luwu, SulSel–Tuntas merekap data penghitungan suara di 21 kecamatan, akhirnya tim Cakka-Amru mengeluarkan temuan mark up suara yang dilakukan pasangan Basmin-Syukur Bijak (BAIK) di Kecamatan Walenrang. Temuan ini menunjukkan, adanya indikasi keterlibatan penyelenggara Pilkada Luwu (PPK Walenrang-Panwaslu) Luwu, khususnya di lima desa yang ada di Kecamatan Walenrang. Data yang dimiliki saksi Cakka-Amru sebagaimana yang tertuang dalam C1 sangat berbeda dengan data yang dimiliki Panwas Kabupaten Luwu.

Menurut Ketua Tim Kampanye Cakka-Amru, Azhar Mustamin Toputiri, kelima desa yang diyakini melakukan kecurangan yakni ; Desa Barammamase, Kalibamamase, Tombang, Walenrang dan Desa Lempe Pasang.

Di Barammamase, sesuai data C1 yang dipegang tim Cakka-Amru, pasangan BAIK hanya meraup suara sebanyak 747 suara. Namun data yang dimiliki Panwas angka itu mengalami kenaikan drastis sebanyak 1163 suara. Penggelembungan suara ini terjadi di TPS 1, 3, 4, 5 dan 6.

Begitupula yang terjadi di Desa Kalibamamase. Dikatakan Azhar, BAIK melakukan kecurangan dengan mengubah satu angka perolehan suara. Dari 396 suara sesuai C1, diubah menjadi 596 suara yang terjadi di TPS 1 dan 2.

Di Tombang, saksi Cakka-Amru menyebut pasangan BAIK hanya memiliki  563 suara. Namun, lagi-lagi data Panwas menyebutkan BAIK mengumpulkan 835 dukungan suara dari TPS 1, 2, 3 dan 4.

“Di Walenrang, BAIK mampu melakukan mark up suara sebanyak 151. Data saksi kami, pasangan itu hanya meraup 962, namun berubah menjadi 1113 suara sebagaimana data yang dimiliki Panwas. Terakhir, di Desa Lempe Pasang, BAIK sesuai data C1 Cakka-Amru, hanya meraup dukungan sebanyak 759, namun berubah menjadi 899 suara dari akumulasi di TPS 1, 2 dan 3. Yang jelas kecurangan ini telah kami laporkan dan kami telah punya data, jika suatu saat data itu dibutuhkan sebagai bukti akurat,” tegas Azhar.

Indikasi keterlibatan PPK Walenrang dan Panwaslu Luwu ini semakin menguat, setelah Ketua PPK Walenrang, Irmal Baso dijemput paksa aparat Polres Luwu dan TNI, Sabtu kemarin. Irmal diciduk lantaran enggan menyerahkan formulir C1 besar untuk kecamatan Walenrang. Padahal, aturannya C1 besar diserahkan ke KPU paling lambat satu hari setelah pencoblosan.

Sehari sebelum Irmal dijemput aparat, Jumat (20/9) anggota KPU Luwu, Andi Saddakati, berniat meminta C1 tersebut namun ditolak. Massa yang memadati kantor camat Walenrang, malah mengusir Saddakati. (@)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s